Langkat, METRO 86
Bupati Langkat H.Syah Afandin SH bersama Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si menemui para warga yang melakukan unjuk rasa korban banjir, masyarakat kecamatan besitang dan Kecamatan Brandan Barat yang menyampaikan aspirasinya dengan tertib bertempat di Alun-Alun T.Amir Hamzah Stabat, Senin 20 April 2026.
Sebelumnya, Unjuk Rasa dilakukan Pagi Hari pukul 10.30 WIB di Depan DPRD Langkat. Ribuan warga Korban Banjir dari Kec.Besitang dan Kec.Brandan Barat melakukan orasi bergantian menuntut bantuan korban banjir dan pasca banjir yang dianggap tidak adil. Sebagian warga sudah menerima bantuan sementara masih banyak korban banjir yang lain tidak terdata dan ada yang sudah di data tapi tidak cair juga bantuannya. Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari DPRD Langkat maka warga pindah ke depan pintu Masuk Kantor Bupati Langkat.
Para pendemo mendapat info katanya Bupati tidak ada di tempat sedang ada Dinas ke Jakarta tapi para pendemo tak percaya dan tidak yakin Bupati H.Syah Affandin,SH tidak ada di tempat sehingga mendorong paksa Gerbang pagar Kantor Dinas Bupati untuk memaksa masuk, terjadi dorong mendorong dengan Satpol PP yang sudah siaga menahan Pintu Gerbang, karena massa lebih banyak akhirnya pintu gerbang jebol dan massa merengsek masuk di depan halaman kantor Bupati Langkat.
Setelah melakukan Video Call dengan Bupati barulah para pendemo percaya dan meminta Bupati untuk segera Pulang, setelah 3 jam menunggu akhir nya Bupati Langkat H.Syah Affandin,SH tiba di Tribun Alun-alun menemui para Pengunjuk rasa.
Dalam pertemuan bupati menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam menemui para korban banjir tersebut. keberadaannya dari hari sabtu semalam berada di Jakarta, dipanggil oleh bapak Menteri Pertanian terkait kemarau panjang yang akan melanda Kabupaten Langkat yang di perkirakan samapai bulan September, dimana pertemuan ini tidak bisa diwakili harus kepala daerah yang menghadiri.
Sebagai bentuk kecintaannya kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi dari pagi, Syah Afandin bergegas kembali menuju Langkat yang seharusnya di jadwalkan terbang dari Jakarta menuju bandara KNO pukul 17:00 WIB, ia geser penerbangan menjadi pukul 15:00 WIB, dengan tiba di alun-alun T.Amir Hamzah pukul 18:20 Wib untuk mendengarkan keluhan para korban banjir.
Bupati Langkat "Ondim" juga menjelaskan kepada seluruh warga yang melakukan unjuk rasa dari pagi bahwa terkait bantuan Banjir dan Pasca Banjir adalah sepenuhnya Hak dan wewenang Pemerintahan Pusat bukan saya yang menentukan. Kami hanya mendata saja, saya juga sudah komunikasi tadi dengan Suali Lubis sebagai Koordinator aksi untuk mengumpulkan semua data warga yang terdampak banjir, kita akan usulkan dan perjuangkan melalui Kemensos supaya saudara- saudara semua bisa mendapatkan bantuan.
Begitu pula untuk Warga Kec.Tanjung Pura dan Kec Gebang yang akan melakukan aksi besok akan kita tampung untuk di data dan di usulkan ke Kemensos supaya mendapat bantuan pasca banjir yang terjadi akhir tahun 2025 kemarin, ujar Ondim menutup pertemuan dengan para pengunjuk rasa.
Para pengunjuk rasa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib, tampak warga melalui koordinator masing-masing Dusun mengumpulkan KK dan berkas lainnya diserahkan kepada koordinator aksi Suali Lubis dan diserahkan kepada Kadis Sosial Kab.Langkat Taufiq Reza, S.STP, MAP
( Rahmad )

0 Komentar