Penulis: Ardiansyah Putra Ismail (Bakal Calon Ketua KNPI Kabupaten Langkat).
LANGKAT, METRO 86
Pembicaraan tentang pemuda selama ini sering kali hanya berhenti pada acara seremonial, slogan, dan simbol semangat. Pemuda dipuji sebagai generasi penerus, tetapi dalam praktiknya masih banyak yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, memulai usaha, atau mengembangkan potensi dirinya. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, harga kebutuhan yang terus naik, serta persaingan kerja yang ketat, pemuda justru menjadi kelompok yang paling rentan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lapangan kerja formal semakin terbatas. Tidak semua pemuda bisa menjadi pegawai negeri atau bekerja di perusahaan besar. Sementara itu, perkembangan teknologi berjalan sangat cepat, tetapi tidak semua pemuda memiliki akses, keterampilan, dan pendampingan yang memadai. Akibatnya, banyak pemuda yang akhirnya menganggur atau bekerja tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Dalam situasi seperti ini, kita tidak bisa terus berharap pada solusi lama. Pemuda kita, khususnya Pemuda Langkat perlu cara berpikir baru dan jalan baru untuk bertahan sekaligus berkembang. Salah satu pendekatan yang penting untuk didorong adalah kewirausahaan sosial atau sociopreneurship.
Kewirausahaan sosial bukan sekadar membuka usaha untuk mencari keuntungan pribadi. Lebih dari itu, kewirausahaan sosial adalah tentang bagaimana pemuda membangun usaha yang juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Usaha yang lahir dari persoalan sosial, memanfaatkan potensi lokal, dan hasilnya bisa dirasakan bersama. Misalnya, usaha di bidang pertanian yang memberdayakan petani lokal, usaha perikanan yang melibatkan nelayan, pariwisata berbasis desa, atau ekonomi kreatif yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Langkat.
Sebagai pengusaha muda, saya percaya bahwa wirausaha adalah tentang keberanian mengambil peluang dan kesiapan menghadapi risiko. Namun yang paling penting, wirausaha juga tentang kemandirian. Pemuda yang berwirausaha tidak hanya menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain. Inilah bentuk kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan daerah.
Sayangnya, gerakan kepemudaan kita masih sering terjebak dalam rutinitas organisasi yang kurang menyentuh persoalan nyata masyarakat. Banyak kegiatan yang bersifat formal, tetapi minim dampak. Diskusi sering dilakukan, tetapi tidak berujung pada aksi. Padahal, tantangan pemuda hari ini sangat nyata dan membutuhkan langkah konkret.
Dalam konteks ini, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memiliki peran yang sangat strategis. KNPI seharusnya tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi ide, kreativitas, dan kemandirian ekonomi pemuda. KNPI harus berani bertransformasi menjadi tempat belajar, pusat pengembangan kapasitas, serta jembatan antara pemuda dengan peluang.
Pemuda Langkat membutuhkan pelatihan kewirausahaan yang sesuai dengan kondisi daerah, bukan sekadar teori. Kita juga membutuhkan pendampingan usaha yang berkelanjutan, akses pasar, serta kemudahan permodalan. Semua ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemuda. Diperlukan kerja sama antara KNPI, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan berbagai pihak lainnya.
Selain berperan di bidang ekonomi, pemuda juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Pemuda harus menjadi kelompok yang berani bersuara, tetapi dengan cara yang cerdas dan solutif. Kritik terhadap kebijakan harus disertai dengan gagasan dan alternatif, bukan sekadar penolakan. Pemuda harus menjadi contoh dalam menjaga integritas, kejujuran, dan semangat kebersamaan.
Kabupaten Langkat memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kekuatan sosial yang besar. Namun potensi tersebut tidak akan berarti tanpa pemuda yang mau bergerak, berani mengambil peran, dan memiliki visi ke depan. Kepemimpinan pemuda ke depan harus mampu membaca tantangan zaman, membangun kolaborasi, dan berorientasi pada hasil yang nyata.
Masa depan Pemuda Langkat tidak ditentukan oleh seberapa sering kita berbicara tentang perubahan, tetapi oleh seberapa serius kita bekerja untuk mewujudkannya. Kewirausahaan sosial adalah salah satu jalan yang realistis dan berdampak. Jalan ini memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin ditempuh jika pemuda mau bersatu, belajar, dan bergerak bersama.
Sudah saatnya kita pemuda Langkat bangkit sebagai generasi yang mandiri, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama perubahan. Kita akan menjadi kuat dan sukses jikalau kita bersatu padu dan saling tolong menolong.
( Rahmad )

0 Komentar