Langkat, METRO 86
Rehab Jembatan Titi Panjang Kec Padang Tualang di Jalan besar Batang Serangan Perbatasan antara Kec. Padang Tualang dan Kec. Hinai tepatnya perbatasan antara Desa Perkebunan Tanjung Beringin dan Dusun Paluh Medan Desa Besilam diduga ada indikasi "Permainan" dalam Pembuatan Rencana Anggaran Biaya ( RAB )nya.
Saat dikonfirmasi via wa kadis PUTR Kab Langkat Khairul Azmi, S.STP mengatakan akan segera menindak lanjuti semua informasi yang disampaikan, kami mau kerja yang lurus-lurus aja , kalau memang ada PPK yang bermain dalam proyek Penjarakan aja, ujar Kadis PUPR dengan nada marah.
Saat awak media mengirimkan foto-foto pagar jembatan yang retak dan sompel Kadis PUPR Kab.Langkat langsung respon cepat terbukti keesokan harinya kondisi pagar jembatan sudah bagus gak ada lagi yang sompel atau retak-retak.
Seperti diketahui bahwa Jembatan Titi Panjang tersebut sudah lebih dari satu tahun hampir amblas , bergelombang dan kondisinya sangat mengancam keselamatan kenderaan yang melintasinya. Beberapa bulan yang lalu antara bulan November hingga Desember 2026 Dinas PUPR Kab. Langkat melaksanakan Rehab Jembatan Titi Panjang tersebut melalui rekanan Kontraktor.
Menurut bang M ( 50 Tahun ) warga yang tinggal di sekitar Jembatan mengatakan bahwa Pembangunan Jembatan Titi Panjang tersebut dikerjakan asal-asalan bang, masak pagar besinya pun gak lempang, semennyapun dilingkaran tempat pagar besinya pun Uda retak-retak. Walaupun di cat tetap nampak retakannya bahkan banyak yang sompel baik pagar besi yang disebelah kanan maupun pagar besi yang ada di sebelah kiri Jembatan.
Ujung jembatannya juga terlalu tinggi batas antara aspal dan jembatan nya sehingga kendaraan warga yang melintas bisa terbang jika melintasinya. Harusnya kan dibuat landai supaya enak bisa langsam kendaraan, kalau ada yang kecelakaan gimana bang? Ujar Bang M
Sementara itu menurut warga dengan inisal Mas B ( 60 Tahun ) mengatakan kalau Rehab jembatan yang ujung sebelah sana yang amblas bagus pengerjaannya tapi Rehab yang sebelah sini gak bagus bang, Besi "H" nya sudah kropos gak diganti cuma dibongkar aja besi tikar yang lama dan diganti dengan besi tikar yang baru, kan kerjaan sia-sia aja itu namanya bang, yang diujung itu sama kayak bagian yang ditengah jembatan gak perlu di rehab jadi ngapain dibongkar, ujarnya.
Itu namanya cuma nambah- nambahi kerjaan aja, gak perlu dikerjakan ngapain dikerjai? Kalau memang mau merehab itu lebih bagus dipasang besi cor penyanggah dibawah besi H yang kropos bukan cuma menyokong dengan 2 potong batang kelapa, pasti bakal amblas lagi nanti, apalagi mobil tangki dan truck yang melintasi Jembatan itu kapasitasnya lebih dari 20 ton, ujarnya.
Rehab Jembatan Titi Panjang yang dibangun dengan Anggaran Rp.775.870.000,00 ( Tujuh Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah ) tersebut diduga ada Permainan dalam menentukan Anggarannya. Kabarnya Anggaran sebelumnya dibuat Rp 400.000.000 tapi kemudian ada perubahan menjadi 775.870.000,00.
Kalau memang yang perlu di Rehab Jembatan Titi Panjang tersebut yang sudah amblas saja lantas mengapa kondisi Jembatan yang tidak rusak harus direhab juga? Bukan kah itu sama saja dengan menghambur- hambur kan uang rakyat. Padahal Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan supaya semua pejabat pengguna kuasa Anggaran harus melakukan efisiensi anggaran dan harus tepat sasaran.
Menanggapi kondisi tersebut M.Saifin Hasibuan yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Peduli Langkat ( AMPEL ) kembali menegaskan bahwa Aparat Penegak Hukum harus segera mungkin memanggil dan memeriksa Mun/PPK dan Az/Kadis dan semua yang terlibat dalam Proyek Rehab jembatan Titi Panjang Kec.Padang Tualang
Kami juga akan melakukan aksi Demonstrasi di kejatisu untuk Mendesak bpk. Harli siregar untuk memanggil kajari langkat dan kasi kasi nya yang seharusnya mudah dalam menetapkan status perampok uang negara.
Kalau kajatisu tak sanggup, kami berangkat ke kejagung untuk mendesak bpk. Jaksa Agung mencopot bapak sebagai Kepala Kejaksaan tinggi sumut. Ungkapnya"
( Rahmad Tamin )

0 Komentar