HMI Nilai Kapolres Langkat Minim Pengawasan, Tidak Berani Tindak Tegas HSN dan Pelaku Tambang Galian C Ilegal


LANGKAT, Metro 86

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melayangkan kritik keras terhadap kinerja Kepolisian Resort (Polres) Langkat. HMI menilai Kapolres Langkat minim pengawasan dalam penegakan hukum kepada pelaku perambah alam ilegal karena tidak berani menindak tegas aktor berinisial "HSN" yang beroperasi di Desa Sei Bamban Kecamatan Batang Serangan serta para pelaku penambangan galian C ilegal yang kian marak beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Langkat.

Aktivitas tambang ilegal ini dinilai tidak hanya merugikan daerah dari sektor pendapatan, tetapi juga telah merusak ekosistem lingkungan secara massif dan mengancam keselamatan warga sekitar. Namun, hingga saat ini, penegakan hukum dari aparat kepolisian dinilai masih jalan di tempat.

Rizal Sitompul dari HMI Sumatera Utara menyatakan bahwa sikap diam dan lambatnya respons dari pihak kepolisian memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.

"Kami melihat ada pembiaran yang terstruktur. Galian C ilegal beroperasi secara terang-terangan, bahkan nama HSN dan beberapa pelaku lainnya sudah sering mencuat ke publik. Tapi kenapa Kapolres Langkat seperti tidak punya taji untuk menyentuh mereka? Jangan jangan ini menunjukkan lemahnya komitmen penegakan hukum di Langkat," tegas Rizal Sitompul dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

HMI juga menyoroti dampak buruk dari aktivitas ilegal ini, mulai dari kerusakan jalan kabupaten akibat truk bermuatan berat, polusi debu, hingga tingginya risiko bencana tanah longsor dan banjir di sekitar area aliran sungai yang dikeruk secara ilegal.

( Rahmad )


Posting Komentar

0 Komentar